Showing posts with label Belajar Menulis. Show all posts
Showing posts with label Belajar Menulis. Show all posts

Saturday, September 3, 2016

Cinta Yang Membebaskan


Kita berdua berkali-kali sempat terpisah di persimpangan yang berbeda, lalu masing-masing kita berjalan ke arah yang berbeda dan mencoba mencari teman yang berbeda pula.

Kau membebaskan aku untuk pergi, kau tidak merengek agar aku tetap di sisimu, dan kau tidak memaksaku untuk terus bersamamu.

Begitupun aku, aku membebaskanmu untuk memilih sebelum akhirnya kau nanti menikahiku.

Namun tanpa aku sadari, sepuluh tahun bersamamu perlahan telah membentuk akar yang kokoh di kehidupanku, aku sangat melekat denganmu. 

Begitupun yang terjadi padamu.

Kita memang tidak pernah saling memaksa untuk mengikat dan menjadikan satu sama lain satu-satunya pilihan. Kita belajar untuk saling membebaskan. Saling memberikan sayap untuk terbang sejauh apapun, namun pada akhirnya kita kembali bertemu satu sama lain.

Dan kali ini aku ingin tinggal lebih lama bersamamu, selamanya.........

Friday, July 29, 2016

Aku

Aku, seorang wanita.
Anak pertama dari tiga bersaudara.
12 tahun hidup tanpa ibu dan 'dipaksa' untuk dewasa sesaat setelah ibu tiada.

Aku, terbiasa menjadi seorang leader.
Biasa mengorganisir dan memerintah.
Ya, aku memang bossy. 
Kata sebagian banyak orang.

Aku, wanita egois yang selalu ingin jadi pusat perhatian.
Apa yang orang lain miliki, aku juga harus memiliki.
Tak peduli bagaimanapun caranya aku akan berusaha mendapatkan yang kuinginkan.

Aku, wanita ambisius.
Yang berpikir akan sekolah setinggi-tingginya dan mengejar karir sedemikian rupa.

Aku, wanita keras kepala.
Susah untuk diatur dan akan mempertahankan mati-matian apa yang menurutku benar sampai orang lain bisa membuktikan kalau hal itu salah.

Namun saat di sisi orang yang tepat,
Aku yang egois ini bisa berubah menjadi sangat pengalah.
Aku yang bossy ini bisa menjadi seorang yang bisa dibimbing.
Aku yang ambisius ini akan melambatkan laju karir dan sedikit mengalah agar bisa menyeimbangkan langkah.
Aku yang keras kepala ini bisa menjadi sangat penurut.

Aku bisa menjadi orang yang sangat keras kepala mencintaimu dan mempertahankanmu.
Aku bisa menjadi orang paling ambisius untuk mendapatkanmu karena aku menginginkannya.
Aku bisa menjadi orang egois yang hanya akan memikirkan kebahagiaan kita berdua saja.
Namun itu jika kau pun juga menginginkanku untuk tetap di sisimu.
Karena di saat kau tidak menginginkannya, aku akan menjadi orang yang menuruti maumu.

Kau memintaku sabar, maka aku akan bersabar.
Kau memintaku menunggu, maka aku akan menunggu.
Kau memintaku jangan datang, maka aku tidak akan datang.
Kau memintaku untuk tinggal, maka aku akan tinggal.
Kau memintaku pergi, maka aku akan pergi....




Saturday, July 9, 2016

Menuju usia 27

Hari ini tanggal 9 Juli. Kira-kira 2 hari lagi inshaa Allah usiaku akan menjadi 27 tahun. Yap, 27 tahun bukan angka yang kecil. Usia 27 menandakan aku sudah melewati 10 tahun dari sejak usia 17. Wow, cukup lama ya? Alhamdulillah menjelang usia 27 ini aku masih hidup, masih bernapas, masih sehat dan masih ....... jomblo :D

Di perjalanan menuju usia 27 ini aku mendapatkan banyak kabar bahagia, sahabat semasa SMA menikah dan sekarang sedang hamil. Sahabat sedari kecil akan menikah bulan Agustus nanti. Wow, begitu banyak kejutan tak terduga dari orang-orang sekitar. Semoga kejutannya segera menular padaku juga. Aamiin :)

Di masa peralihan dari usia 26 ke 27 aku menyadari bahwa banyak hal yang masih harus aku lakukan dan pelajari. Masih banyak tugas yang harus aku lakukan sebagai seorang wanita, sebagai Warga Negara Indonesia, sebagai Aparatur Sipil Negara dan sebagai seorang anak. Hal-hal yang kurang akan aku perbaiki dengan segera.

Harapanku untuk usia 27 nanti sederhana saja, aku ingin hidup bahagia, sehat, dikelilingi orang-orang tersayang, dan jadi manusia yang lebih bermanfaat. Serta semoga Tuhan yang tak hentinya memberikan cobaan, memberikan pula hati yang luas untuk memaafkan dan punggung yang kuat untuk menerima beban apapun. Oh iya, satu lagi kalau bisa aku ingin dapat peran baru, peran sebagai istri atau ibu, mungkin ;)

Yah, semoga saja usia 27 nanti lebih menyenangkan, minim drama dan lebih banyak kejutan bahagia. 

Aamiin.

Semoga.

Wednesday, June 1, 2016

Teruntuk Suamiku di Masa Depan

Hai calon suamiku yang sekarang entah berada dimana. Aku do'akan engkau selamat dalam perjalanan menjemput dan menghalalkanku.

Aku ingin kau tahu beberapa hal sebelum nanti hari yang indah itu terlaksana. Hari dimana kau meminta ijin kepada ayahku dan menjabat tangannya untuk memintaku menjadi istrimu. Hari perjanjian yang konon katanya bisa menggetarkan Arasy.

Ketahuilah bahwa saat aku menerimamu menjadi suamiku (nanti), itu berarti aku sepenuhnya menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku untukmu. Maka aku mohon nantinya tolong pelihara dengan baik segala cinta, kasih sayang dan kepercayaan dariku serta dari orang tuaku. 

Di saat aku menyandang gelar sebagai istrimu (nanti), itu berarti aku siap untuk mendampingimu, menjadi sahabatmu, menjadi anggota tim mu, menjadi penyokongmu dan sesekali mungkin menjadi pengingat bila nantinya kau melakukan suatu kekhilafan.

Saat kita tinggal bersama nanti, mungkin akan banyak kekuranganku yang baru kau ketahui, aku mohon untuk dimaklumi dan aku akan senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri dari hari ke hari agar kau pun merasa beruntung memiliki istri sepertiku karena aku pun merasa beruntung memiliki suami sepertimu.

Hai, calon suamiku (nanti). Di saat aku menerimamu menjadi suamiku, itu tanda dimana aku memindahkan baktiku dari orang tua kepada engkau. Oleh sebab itu, aku akan melayanimu sepenuh hati dan akan menuruti perintahmu. Aku akan ikut kemanapun kamu tinggal, karena bagaimana mungkin aku bisa hidup jika separuh jiwaku tidak tinggal bersamaku??

Teruntuk suamiku di masa depan. Saat ini aku menantimu dalam do'a dan pengharapan. Semoga pertemuan kita nantinya di waktu yang tepat dan kiranya akan disegerakan oleh-Nya. Sementara menantimu, aku akan terus berusaha memperbaiki diri. 

Dariku : Istrimu di masa depan (nanti)

^_^


Tuesday, January 5, 2016

Sesak

Pernahkah kamu menangis tersedu-sedu hingga air matamu rasanya nyaris kering?

Pernahkah kamu begitu sedih sampai rasanya nafasmu sesak hingga tak sanggup lagi bersuara?

Pernahkah kamu merasa hanya ingin tertidur saja seharian sebab kau tak ingin bangun dan merasakan sakit?

Pernahkah kau merasa sangat muak dengan seseorang sampai rasanya ingin mendoakannya agar cepat mati?

Pernahkah kau merasa begitu kesakitan dan marah sampai akhirnya kau hanya bisa tertawa untuk menyembunyikannya?

Pernahkah kau begitu merasa hampa dan kesepian sampai akhirnya kau menenggelamkan diri dalam tumpukan pekerjaan untuk sekedar pembunuh waktu?

Pernahkah kau merasa mulas berlebihan sampai akhirnya muncul rasa mual dan jantungmu terasa seperti terbakar?

Pernahkah ada di suatu masa dalam hidupmu kau begitu ingin mengunjungi seorang psikiater?

Pernahkan dirimu tetap merasa otakmu penuh sesak dan sumpek bahkan setelah pulang berlibur?

Jika jawabanmu adalah pernah.
Berarti kau tahu saat ini aku sedang sehancur apa.

Tuesday, December 15, 2015

Di Penghujung 2015

Rasanya baru kemarin gue melewati pergantian tahun dari 2014 ke 2015. Tahun 2014 yang penuh suka duka berganti menjadi tahun 2015 yang ternyata memiliki banyak hal baru yang tak kalah hebohnya. Ada banyak hal yang berubah dari diri gue di tahun 2015 ini dan inshaa Allah ke arah yang lebih baik lagi.

Sedikit flashback, gue coba mengingat momen setiap bulannya di Tahun 2015 ini dari mulai Januari sampai sekarang ini. Ada begitu banyak tangis bahagia, tawa dan sedikit tangis sedih. Ada banyak hal yang membuat gue masih kuat berdiri hingga saat ini. Ada banyak keluarga yang selalu ada dan membantu kapanpun gue butuhkan. Ucapan syukur sebanyak apapun tak akan cukup dibandingkan nikmat dari-Mu. Tahun ini gue mendapatkan NIP, dan yang jelas gaji pokok gue naik. Gue dapat teman-teman baru di instansi baru, bertemu beberapa teman lama, Pernikahan sahabat, dan banyak pengalaman baru di tempat bekerja sekarang. Yaahhh walaupun suasana akhir tahun tetap sama, tak jauh dari kata 'lembur', tapi seru juga :))

Hanya dalam hitungan beberapa hari saja kita akan segera meninggalkan 2015 dan move on ke 2016. Apa yang terjadi di 2016 masih misteri dan tidak dapat diprediksi. Apakah 2016 gue bakal mengakhiri masa lajang dan menjadi seorang istri? Who knows? :))

Thursday, October 8, 2015

Berbisnis Yukkk...!!


Terhitung mulai tanggal 3 Agustus 2015, gue bersama pacar mulai membuka lapak kecil yang dinamakan 'Kedai Ketan Susu 38'. Semenjak mencemplungkan diri ke bisnis kuliner ini gue merasakan banyak hal lain yang sama berharganya dengan uang. Sebenarnya uang yang didapat dari berjualan setiap harinya gak seberapa dibandingkan uang yang dihabiskan selama nongkrong di lapak. Ya, gue anaknya doyan banget jajan dan sering lapar. Belum lagi badan gue capek karena benar-benar kurang istirahat. Jam istirahat siang gue masak ketan, lanjut langsung cuci peralatan. Sore pulang dari kantor, ganti baju, sholat (kalau sempat ya mandi :p) terus langsung ke lapak dan mulai angkut-angkut barang buat buka lapak. Kadang buka jam 5, jam 6 sudah habis. Kadang buka jam 5, jam setengah 8 malam baru habis. Bahkan ada masanya cuma terjual 2 porsi apalagi sewaktu kabut asap sedang tebal kemarin. Pulang dari jualan masih harus mencuci peralatan jualan. Benar-benar melelahkan sebenarnya. Tiap selesai menghitung uang hasil penjualan gue selalu bilang ke pacar 'lama kita kaya nya kalo gini yank. Hahaha'. Ya, uang yang didapat melewati proses yang panjang tadi memang tak seberapa dibandingkan uang dari perjalanan dinas yang kadang kala hanya berupa wisata berkedok perjalanan dinas. Tak seberapa juga dibandingkan honorarium kegiatan yang bahkan pelaksanaannya kadang masih tidak maksimal. Lalu kenapa gue masih tetap berjualan? Di sini gue sadar kalau senyum pelanggan saat jajan di kedai gue dan saat mereka bilang enak, dan saat mereka kembali lagi esok harinya untuk beli, dan jumlah teman yang bertambah selama berjualan. Hal-hal seperti itu jauh lebih berharga dari sekedar uang yang didapat dengan mudah dan 'cuma-cuma'. Ada kepuasan batin tersendiri :')

Jadi, berminat kah kamu berbisnis kuliner juga? :D

Tuesday, August 12, 2014

Menikah. Faktor Cinta atau Faktor Kesiapan?

Pic From Google
 
'Kapan nikah?'

Pertanyaan semacam itu akhir-akhir ini sepertinya sedang trend di sekitar gue. Di acara reuni, di kantor, di acara keluarga. Selalu ada yang menanyakan hal itu. Gue yang gak bisa ngasih jawaban hanya bisa tersenyum meringis. Rasanya pengen pura-pura mati, pura-pura amnesia atau  lari-lari ke jalan terus manjat tower. Kenapa mereka tega sekali menanyakan pertanyaan yang mengiris hati seperti itu berulang kali? :'(

Menikah tidak segampang bertanya 'Kapan nikah?', karena menikah bukan sebatas menghalalkan hubungan seks atau memiliki anak secara legal saja. Apa mungkin mereka yang tega bertanya 'Kapan nikah?' kepada orang-orang lajang yang ditemuinya sudah tidak punya lagi pertanyaan basa-basi lain untuk ditanyakan??!!! *Emosi*. Menikah itu butuh perencanaan yang matang dari 2 orang dewasa yang matang. Bukan cuma seks yang dipikirkan, tapi juga tentang finansial, kesamaan visi dan misi, kehidupan setelah menikah nanti. Mereka yang terus mendesakmu agar buru-buru menikah itu apakah nanti mau bertanggungjawab jika ternyata pernikahanmu gagal karena si pasangan sebenarnya kurang dewasa dan siap untuk menikah??

Berdasarkan data dari BKKBN, angka perceraian di Indonesia setiap tahunnya semakin bertambah. Bahkan disebut-sebut angka tertinggi se-Asia Pasifik. Kebanyakan pasangan yang bercerai adalah pasangan yang menikah di usia muda, ditambah lagi memiliki banyak anak padahal kondisi perekonomian mereka sangat rendah. Anak-anak mereka tidak mendapat gizi dan pendidikan yang layak. Bagaimana tingkat perekonomian di negara ini bisa meningkat kalau masih banyak saja yang beranggapan lebih baik menikah muda dan memiliki banyak anak? Mereka menikah tanpa perencanaan matang dan kemapanan finansial sehingga berakhir dengan pertengkaran dan gugatan cerai karena si istri menganggap si suami tidak mampu menafkahinya dan anak-anaknya.

Prinsip jaman dahulu seperti menikah muda dan memiliki banyak anak sepertinya sudah tidak relevan lagi jika diterapkan di masa sekarang. Di masa sekarang ini biaya untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk anak sungguh tidak lah murah. Faktor saling cinta atau berhubungan (pacaran) sudah lama pun tidak menjamin pernikahan bakal langgeng, karena kehidupan setelah menikah tidak sama dengan kehidupan saat melajang. Faktor kesiapan lah yang lebih penting, siap secara mental dan finansial. Kalau finansial dan mental sudah mantap (biasanya di usia 25 tahun ke atas), mudah-mudahan hubungan pernikahannya tidak rentan terjadi pertengkaran karena yang menikah tersebut sudah sama-sama dewasa. Setidaknya mereka tahu cara berdiskusi dan mencari solusi atas setiap masalah rumah tangga.

Jadi, masih ingin buru-buru menikah hanya karena didesak orang di sekitarmu? :)

Thursday, July 17, 2014

Tuhan Pun Bisa Bercanda

Mungkin sekarang Tuhan dan semesta lagi ngebecandain kita berdua.

Coba deh kamu pikir lagi. Apa pertemuan kita ini cuma suatu kebetulan? Kalo bukan karena campur tangan Tuhan, mungkin kita berdua tak akan pernah saling kenal satu sama lain.

Aku gak percaya sama yang namanya 'kebetulan'. Sesuatu terjadi bukannya tiba-tiba tapi karena atas izin-Nya Sang Maha Kuasa. Sang Maha Pemilik Cinta.

Lalu kenapa kita berdua dipertemukan lalu ditumbuhkannya rasa cinta di antara kita berdua? Untuk apa sebenarnya?

Lalu kenapa setelah itu semua, Dia membalik hatimu seperti ingin secepatnya menjauhi aku? Bahkan di saat aku hampir memilih kamu.

Setelah kita dipertemukan, dibuatnya saling jatuh cinta, lalu kita dipisahkan-Nya.. Apa maksudnya ini semua?

Ah, sudah kubilang tadi. Kita dikerjain sama semesta. Tuhan hanya sedang iseng saja.

Thursday, October 17, 2013

Another part of 'Surat Untuk Ibu'

Sudah tanggal 17 Oktober nih, Bu.. 2 hari lagi genap sudah 9 tahun kepergianmu. Walaupun sudah 9 tahun berlalu tapi kejadian di tanggal 19 Oktober 9 tahun yg lalu masih terekam jelas di otakku, Bu. Bumi yang aku pijak saat itu serasa bergoyang, lalu retak dan aku terjatuh ke dasarnya. Saking hancurnya saat itu menangis pun aku tak bisa.

Bu, hidupku selalu tak pernah mudah. Apapun yang kuinginkan selalu susah payah aku perjuangkan untuk dapat memilikinya. Jikalau nantinya tetap tak bisa kumiliki,  maka jelas itu pesan dari Tuhan kalau yang kuinginkan itu belum tentu baik untukku. Begitu kan?

Aku sekarang sudah dewasa ya ternyata. Padahal dulu kalau ibu gak nurutin apa mauku, aku akan ngambek, menangis dan mengurung diri di kamar. Tapi skrg beda, walaupun kadang diam-diam sering menangis dan membenamkan mukaku ke dalam bantal. Aku sekarang tak semanja dulu. Aku bahkan sudah berani ke Korea sendirian loh, Bu. Keren kan?

Bu, andai kau ada di sini sekarang. Aku ingin menangis di pangkuanmu. Hatiku tak pernah seresah ini sebelumnya. Aku benar-benar butuh saran dari sudut pandang seorang ibu yang memiliki anak gadis seusiaku. Tak mungkin lah kalau aku minta saran dari ibu temanku...

Aku ingin ibu baca surat ini dan segera datang ke mimpiku malam ini.. Aku ingin ada ibu di sisiku supaya aku bersemangat lagi..
Aku tunggu kedatanganmu, Ibu.

Dari anakmu, Adhani Fatwazulintan.

Wednesday, September 25, 2013

Rencana Hidupmu VS Rencana Tuhan

'Tulislah rencana hidupmu dengan pensil, lalu biarkan Tuhan yang menjadi penghapusnya, karena terkadang hidup berjalan tak sesuai rencana'

Siapa di antara kalian yang suka bikin planning buat masa depan? Kalau kalian suka, berarti kita sama. Gue adalah orang yang sangat terencana, meskipun terkadang bisa jadi orang yang spontan. Namun mayoritas kegiatan yang gue lakuin adalah hal yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Bahkan baju dan kerudung warna apa yang bakal gue pake besok, biasanya gue rencanakan dari semalam sebelumnya.

Dari sekian banyak rencana hidup yang gue buat, tentunya gak semua terlaksana tanpa meleset 1 persen pun. Terkadang hati kecewa, kesal dan galau. Pengen mengutuk sesuatu yang katanya bernama 'takdir'. Tapi mau gue merutuk bagaimanapun tetap aja ketentuan dari Tuhan yang berlaku. Tidak adil, memang. Tapi terkadang itu yang terbaik buat gue.

Sekitar beberapa bulan yang lalu gue bersama sahabat dan pacar bikin planning buat backpacking ke Seoul. Kita booking tiket pesawat dari bulan Mei lalu dan dapat harga promo. Kita juga sudah booking penginapan lewat jasa tour. Persiapan sudah sangat matang. Sahabat gue sudah punya paspor, pacar gue pun paspornya sudah selesai. Tinggal masalah visa. Kami sepakat untuk apply visa turis ke Kedutaan Korea Selatan pada pertengahan Bulan Agustus. Seminggu kemudian pacar gue telepon ke Kedutaan, katanya visa gue dan sahabat gue sudah di-approve, tapi visa pacar di-reject. Gak ada yang bisa kita lakukan, padahal beli tiket dan booking penginapan sudah habis sekitar 4juta Rupiah. Harapan bisa liburan romantis bareng pacar pun musnah sudah :'(

Akhirnya gue memutuskan buat berangkat bareng sahabat gue. Kita pun pergi belanja bareng keperluan apa yang kita butuhkan untuk di Seoul nanti. Kami berdua sangat senang dan tidak sabar. Sampai akhirnya 2 malam yang lalu gue dapat kabar kalau papa-nya sahabat gue itu meninggal dunia. Gue shock berat karena mendadak banget! Selama ini papa-nya gak pernah sekalipun opname. Rasanya malam itu gue pengen langsung meluncur ke Jambi buat memeluk sahabat gue itu, tapi apadaya keadaan tak mengizinkan :'((

Sekarang, gue jadi gak semangat lagi buat liburan ke Seoul. Apalah artinya liburan tanpa pacar dan sahabat?? Tapi gak mungkin kan di antara kami bertiga gak ada satu pun yang jadi berangkat?? Kerugiannya saja bs mencapai 12juta lebih. Gue tetap harus pergi walaupun jadi solo traveller :'(

Yaaa, ini lah kita manusia. Sangat kecil di hadapan Tuhan. Kita cuma bisa berencana, tapi tetap final decision nya Dia yang tentukan. Gue sedih banget karena sahabat gue harus mengalami hal yang sama, yaitu kehilangan orangtua terlalu cepat dan sangat mendadak. Gue sangat paham gimana rasa hancurnya kehilangan orangtua yang kita sayangi.. T___T

Ah jadi mewek sendiri nih.. Bantu do'a ya semoga papa-nya sahabat gue tenang di sana yaa.. Amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah. Aamiin O:)

H-3
*Solo travelling to Seoul

Saturday, September 21, 2013

Sang Pemimpi Ulung

'Jangan sepelekan kekuatan mimpi dan niat, kawan. Mimpikan dan niatkan saja setiap harinya, lalu lihatlah bagaimana tangan Tuhan bekerja'

Sejak kecil, gue tumbuh jd anak yang penuh dengan imajinasi dan mimpi. Hal yg gue pengen seringnya gak masuk akal. Ditertawakan teman-teman yang blg kalau mimpi gue ketinggian sih sudah sering. Tapi itu gak menyurutkan niat untuk tetap bermimpi :)

Gue, penggemar berat drama Korea dan Girlband Korea. Jelas gue punya mimpi buat jalan-jalan ke sana. Sempat berpikir itu hal yang mustahil karena budgetnya sangat besar, penghasilan gue sebagai pegawai kontrak di pemda gak akan bs mewujudkan mimpi gue itu. Sedikit patah hati setelah hitung-hitung berapa tabungan yg gue punya. Tapi bukan berarti mimpi berhenti sampai di sana. Pokoknya gue mesti sampai ke Korea!

Beberapa bulan yg lalu gue iseng searching harga tiket Jakarta - Seoul. Eh ternyata ada yg promo. Cuma 3.680.000 PP. Tanpa lapor ayah dan minta persetujuan siapapun, gue langsung booking dan transfer uang. Sedikit gila memang. Setelah beli tiket dan daftar tour baru gue bilang sm ayah. Ayah speechless, tp gak marah :)

Sekarang visa turis gue udah keluar,  persiapan pun sudah 90%. Dan gue deg-degan banget rasanya pengen nangis karena mimpi yg gue dan org lain kira mustahil sebentar lagi akan terwujud.. Padahal dulu buat naik pesawat aja susah, udah lulus kuliah dan kerja baru gue bs naik pesawat. Itupun kerja sebagai penjaga rental DVD. Tapi sekarang gue udah berkali-kali naik pesawat. Udah sampai ke Jogja, pulang kampung ke Purworejo dan Purwokerto. Main ke Semarang. Jalan-jalan di Jakarta dan Bogor. Udah sampe Batam dan Singapore. Ajaib :)

Setelah mimpi foto-foto di Myeongdeong dan beli BB Cream langsung di Korea terwujud, gue pengen selanjutnya menikah lalu umroh bareng ayah dan suami. Setelah punya suami gue pengen backpacking keliling Indonesia dan dunia bareng suami. Duitnya dari mana?? Gak tau. Bermimpi aja dulu :)

*H-7
Long flights Jambi - Jakarta - Kuala Lumpur - Seoul

Saturday, August 24, 2013

Surat Untuk Ibu

Hai Ibu, apa kabarmu di sana? 19 Oktober nanti genap 9 tahun sudah kita tak bertemu. Tapi sebenarnya ibu gak pergi jauh kan? Ibu masih ada di dekat kakak kok. Terasa :)

Sekarang kakak sudah 24 tahun, Bu. Ewi jg sudah menginjak usia 20. Odi bahkan sudah 18 tahun. Ah, waktu kencang sekali berlari ya. Padahal kakak sm sekali tak ingin cepat-cepat menua. Hehehehe.

Ewi sekarang kuliah di Unja, semester 5, bu. Sedangkan Odi baru mulai masuk kuliah. Dia lulus di Unsri jurusan Tekhnik Kimia. Hebat jg dia ya, padahal kerjanya di rumah cuma baca komik, main psp, nonton film -__-. Sekarang rumah makin sepi, tinggal ayah sm Ewi karena Odi di Indralaya dan kakak kerja di Sarolangun.

Sebentar lagi ada tes cpns bu. Menurut ibu gimana? Kakak cocoknya jadi PNS apa jadi pengusaha? Kakak pengennya jadi pengusaha, tp gak banyak yg mendukung. Kalo ibu setujunya kakak jd PNS apa jd pengusaha?

Oh iya, karena kakak udah 24 tahun, tahun depan kakak pengen nikah, bu. Semoga lancar ya niat baik kami bu. Ibu jgn lupa datang yaa waktu kakak nikah :')

Oke bu, kayaknya sekian dulu surat dari kakak. Kakak sudah ngantuk. Mau tidur karena kakak harus bangun sholat tahajud nanti. Kapan-kapan kakak tulis surat lagi ya, bu...

Miss you so much, ibu.....

Dari anakmu,
Adhani Fatwazulintan

Monday, March 18, 2013

Antara Hati dan Tanaman

Hati itu sama saja seperti tumbuhan yang jika diberi air yang cukup, udara yang cukup, sinar matahari. yang cukup dan pupuk yang cukup maka ia akan bertumbuh subur, indah dipandang bahkan mungkin menghasilkan buah. Tanaman itu sama seperti hati seorang wanita.Tidak membutuhkan sesuatu yang berlebih, hanya dengan takaran 'yang cukup' bisa membuat hati seorang wanita menjadi sangat indah.

Saturday, March 16, 2013

Kepada Kamu Lelaki Perajut Rinduku

Kepada kamu lelaki perajut rinduku yang telah lebih dari 7 tahun ini mengisi hari-hariku. Ingatkah kamu di hari itu, di hari pertama kita bertemu? Bagaimana perasaanmu saat itu?

Kepada kamu lelaki yang selalu membuatku menunggu selama lebih dari tujuh tahun. Ingatkah kamu saat pertama kali menyatakan cinta padaku? Coba kamu ingat-ingat lagi apa yang kamu rasakan saat itu.

Kepada kamu lelaki yang seringkali membuatku menangis. Ingatkah kamu saat pertama kalinya dengan malu-malu kamu gandeng tanganku? Bagaimana kondisi jantungmu saat itu?

Kepada kamu lelaki pertama yang menemaniku melewati malam pergantian tahun. Bagaimanakah perasaanmu saat kita bersama melihat pesta kembang api itu?

Kepada kamu lelaki pertama yg membuatku percaya kalau cinta itu ada. Tak ingatkah bagaimana pucatnya kamu saat pertama kali datang kerumah dan meminta izin pada ayahku? Dan setelah ayahku memberikan izin, kamu begitu senangnya sampai ingin melompat.

Kepada kamu lelaki pertama yang membuatku setia dan lelaki pertama yang membuatku berkhianat. Ingatkah saat aku berusia 16 tahun, kamu berusia 14 tahun dan kita berciuman untuk pertama kalinya? Lalu 3 hari berturut-turut kita masih membahas tentang ciuman itu.

Kepada kamu lelaki keras kepala, egois dan sedang berada di ibu kota negara. Aku ingin sekali kamu jadi lelaki seperti yang dulu. Malu-malu saat menggenggam tanganku. Menyemangatiku di setiap pagi. Memelukku disaat aku bersedih. Datang kerumah disaat aku rindu. Memberikan beberapa kejutan norak. Mengarang sebuah lagu spesial untukku. Menulis surat cinta. Mengajakku keliling kota. Mengirimiku puisi tiap malam sebelum berangkat tidur....

Kepada kamu lelaki yang mungkin sudah tidak lagi menyayangiku sebesar dulu. Aku menulis ini diiringi dengan derai air mata. Air mata kekecewaan yang terus mengalir atas nama semua kenangan indah yang pernah ada diantara kita.

Saturday, October 27, 2012

Selamat Hari Blogger Nasional

Hari ini 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Gw yang ngakunya blogger ini mau turut memeriahkan. Kebetulan juga blog gw udah lama gak di update #BloggerMurtad. Kemaren kita baru aja ngerayain Idul Adha. Idul Adha jatuh tanggal 10 Dzulhijah, sana dengan tanggal lahir gw kl di Tahun Hijriyah nya. Makanya nama gw ada 'Adha' nya gituu... Tapi gw ngerasa berdosa bgt tahun ini gw gak ada terpikir nabung buat beli kurban padahal gw bs nabung buat beli DSLR. Astaghfirullah.. Gw lalai bgt :(. Mudah-mudahan tahun depan rezeki gw lebih bagus jd bs nyumbang hewan kurban (Amiiinnn). Oh iya, minggu depan 2 orang terdekat gw bakal menikah, gw turut senang tapi tetep ada rasa galaunya. Giliran gw kapaaaannnn???? -__-
Published with Blogger-droid v2.0.9

Thursday, September 13, 2012

September 2012

Astaga. Udah Bulan September aja nih Blog gw bener2 udah lama bgt di-anggurin, gak pernah lg di-apelin. Sekarang doi agak jablay kayaknya. Twitter bener-bener bikin blog ini terlupakan untuk sementara.

Okeh, gw mau cerita dikit. Udah hampir seminggu ini gw gak masuk kerja gara-gara sakit. Bener-bener payah ni badan gw sekarang. Menyek menyek, cape dikit langsung ngedrop. Padahal biasanya oke oke aja. Kalo sakit paling 1 atau 2 hari. Tapi yaudahlah, gw ambil hikmahnya aja. Gw bisa istirahat, nonton tipi dirumah dan gw bs tahu siapa yang care dan siapa yg gak care sm gw. Buat yg care, muucih eaaa ^^

Oke deh, segitu dulu. Gw mau sarapan trus minum obat. Salam Agen Neptunus d(*-*)b
Published with Blogger-droid v2.0.6

Monday, June 25, 2012

Dilema :(

Setelah sekian lama bermimpi akhirnya sebentar lagi gw bakal mewujudkan salah satu mimpi gw itu. Gw bakal beli Kamera DSLR!! Beberapa pihak banyak yang menentang keputusan gw ini. Ada yang bilang 'ah buat apa sih beli kayak gituan?' ada yang bilang 'mubazir, mending dipake buat yang lain duitnya'. Hemmmphhh, daripada yang pro, lebih banyak yang kontranya :(

Gw pengen beli kamera tapi gw galau dan dilema mau beli yang mana. Budget cuma ada sekitar 5juta, sementara di Jambi harga kamera DSLR mahal banget dan gak banyak toko yang menjualnya jadi gw agak susah membandingkan harganya. Dengan budget segitu gw cuma bs beli Canon EOS 1000D, Canon EOS 1100D, Nikon D3000. Itu semua kamera buat pemula kayak gw. Pacar gw bilang dia udah coba Nikon, katanya hasil fotonya lebih tajam. Nah gw pun dari awal lebih milih Nikon sih cuma gw mikir di sini gak ada service centre nya jadi kalo tuh kamera bermasalah gw harus bawa ke Semarang lagi :(. Gw makin dilemaaaaa :'(

Sayangnya gw gak punya kenalan yang ngerti tentang kamera dan fotografi. Gw benar-benar butuh saran supaya gak dilema lagi. Buat teman-teman yang baca postingan ini tolong kasih comment nya ya T_T

Salam Dilema.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Sunday, June 24, 2012

Tentang Hidup

Terkadang gw ngeluh sama apa yang gw alami saat ini. Gw sempat berpikir kalo hidup gw ngenes banget dan jauh beda sama kehidupan temen-temen gw. Mereka kuliah S1, lalu lulus kuliah ikut test cpns. Lulus jadi cpns terus lanjut S2, lalu menikah dengan orang yang mereka sayang.

"Ahhh maaf ya Tuhan, saya sempat berpikir kalau hidup saya ini mengenaskan padahal setiap hari saya banyak sekali dikasih kenikmatan. Saya bisa bersama keluarga yg sangat care sama saya. Saya punya teman-teman dan sahabat. Saya juga punya pacar yang sangat baik walaupun terkadang saya mengabaikan dia. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan? Sungguh sudah terlalu banyak saya diberi kebahagiaan. Sama sekali tak sebanding dengan masalah yg sedang saya hadapi ini.."

Hidup ini roda. Selalu berputar. Tak akan pernah ada bahagia selalu ataupun sedih selalu. Gw percaya dengan konsep keseimbangan itu. Setiap yg ada dalam hidup ini ada harganya. Baik disaat sedih maupun.disaat bahagia. Saat kita di beri kebahagiaan bertubi-tubi jangan lengah karena setelah itu akan ada ujian dari Tuhan. Begitu juga saat ditimpa musibah terus menerus, percayalah setelah itu kamu bakal dapat sesuatu yang benar-benar indah dan menyenangkan.

Jadi hidup itu seperti cuaca. Kadang cerah kadang hujan. Dalam hidup berlaku konsep keseimbangan. So, jangan terus menerus bersedih, tunggu saja, kebahagiaan akan datang kepadamu :)
Published with Blogger-droid v2.0.4

Friday, May 18, 2012

Cinta vs Narkoba

Akhirnyaaa ada ide buat update lagi. Hohoho. Maafkan saya blogger yang murtad ini :p

Hmm. Pengen nanya aja nih. Kenapa ya narkoba ilegal sedangkan cinta legal? Padahal sebenarnya candunya lebih dahsyat efeknya buat tubuh. Buat yang lagi di mabuk cinta, kalo bisa ketemu sama orang yang disayangi itu nyenengin banget! Bisa jadi penyemangat hidup. Nah giliran lagi jauh-jauhan, mulai timbul yang namanya rasa kehilangan dan kangen. Nah si kangen ini yang parahnya benar-benar bisa mematikan syaraf-syaraf otak kalo sudah sampai tahap akut. Efeknya si penderita sering bengong, ngelamun, linglung, susah tidur kalon belum di telfon. Nah tuh gak jauh beda kan sama 'pemake' yang lagi sakaw?? Hehehe

Nah itu dia yang gw rasain akhir-akhir ni. Tersiksa rindu yang sudah menjalar keseluruh pembuluh darah gw. Mau ngapa-ngapain teringat dia. Hadeuuh kacau bleh. Gak seharusnya gw kayakgini. Lemah banget sih??!! Harus kuat lah Pe'a! Tapi ya memang hati gak pernah bisa bohong tentang perasaan yang dia rasain.

Jadi, kalau narkoba aja dilarang, kenapa jatuh cinta sama kamu gak dilarang? Padahal jelas-jelas itu bikin kecanduan parah! :))
Published with Blogger-droid v2.0.4