Saturday, September 3, 2016
Cinta Yang Membebaskan
Friday, July 29, 2016
Aku
Saturday, July 9, 2016
Menuju usia 27
Wednesday, June 1, 2016
Teruntuk Suamiku di Masa Depan
Tuesday, January 5, 2016
Sesak
Tuesday, December 15, 2015
Di Penghujung 2015
Thursday, October 8, 2015
Berbisnis Yukkk...!!
Tuesday, August 12, 2014
Menikah. Faktor Cinta atau Faktor Kesiapan?
![]() |
| Pic From Google |
'Kapan nikah?'
Pertanyaan semacam itu akhir-akhir ini sepertinya sedang trend di sekitar gue. Di acara reuni, di kantor, di acara keluarga. Selalu ada yang menanyakan hal itu. Gue yang gak bisa ngasih jawaban hanya bisa tersenyum meringis. Rasanya pengen pura-pura mati, pura-pura amnesia atau lari-lari ke jalan terus manjat tower. Kenapa mereka tega sekali menanyakan pertanyaan yang mengiris hati seperti itu berulang kali? :'(
Menikah tidak segampang bertanya 'Kapan nikah?', karena menikah bukan sebatas menghalalkan hubungan seks atau memiliki anak secara legal saja. Apa mungkin mereka yang tega bertanya 'Kapan nikah?' kepada orang-orang lajang yang ditemuinya sudah tidak punya lagi pertanyaan basa-basi lain untuk ditanyakan??!!! *Emosi*. Menikah itu butuh perencanaan yang matang dari 2 orang dewasa yang matang. Bukan cuma seks yang dipikirkan, tapi juga tentang finansial, kesamaan visi dan misi, kehidupan setelah menikah nanti. Mereka yang terus mendesakmu agar buru-buru menikah itu apakah nanti mau bertanggungjawab jika ternyata pernikahanmu gagal karena si pasangan sebenarnya kurang dewasa dan siap untuk menikah??
Berdasarkan data dari BKKBN, angka perceraian di Indonesia setiap tahunnya semakin bertambah. Bahkan disebut-sebut angka tertinggi se-Asia Pasifik. Kebanyakan pasangan yang bercerai adalah pasangan yang menikah di usia muda, ditambah lagi memiliki banyak anak padahal kondisi perekonomian mereka sangat rendah. Anak-anak mereka tidak mendapat gizi dan pendidikan yang layak. Bagaimana tingkat perekonomian di negara ini bisa meningkat kalau masih banyak saja yang beranggapan lebih baik menikah muda dan memiliki banyak anak? Mereka menikah tanpa perencanaan matang dan kemapanan finansial sehingga berakhir dengan pertengkaran dan gugatan cerai karena si istri menganggap si suami tidak mampu menafkahinya dan anak-anaknya.
Prinsip jaman dahulu seperti menikah muda dan memiliki banyak anak sepertinya sudah tidak relevan lagi jika diterapkan di masa sekarang. Di masa sekarang ini biaya untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk anak sungguh tidak lah murah. Faktor saling cinta atau berhubungan (pacaran) sudah lama pun tidak menjamin pernikahan bakal langgeng, karena kehidupan setelah menikah tidak sama dengan kehidupan saat melajang. Faktor kesiapan lah yang lebih penting, siap secara mental dan finansial. Kalau finansial dan mental sudah mantap (biasanya di usia 25 tahun ke atas), mudah-mudahan hubungan pernikahannya tidak rentan terjadi pertengkaran karena yang menikah tersebut sudah sama-sama dewasa. Setidaknya mereka tahu cara berdiskusi dan mencari solusi atas setiap masalah rumah tangga.
Jadi, masih ingin buru-buru menikah hanya karena didesak orang di sekitarmu? :)
Thursday, July 17, 2014
Tuhan Pun Bisa Bercanda
Mungkin sekarang Tuhan dan semesta lagi ngebecandain kita berdua.
Coba deh kamu pikir lagi. Apa pertemuan kita ini cuma suatu kebetulan? Kalo bukan karena campur tangan Tuhan, mungkin kita berdua tak akan pernah saling kenal satu sama lain.
Aku gak percaya sama yang namanya 'kebetulan'. Sesuatu terjadi bukannya tiba-tiba tapi karena atas izin-Nya Sang Maha Kuasa. Sang Maha Pemilik Cinta.
Lalu kenapa kita berdua dipertemukan lalu ditumbuhkannya rasa cinta di antara kita berdua? Untuk apa sebenarnya?
Lalu kenapa setelah itu semua, Dia membalik hatimu seperti ingin secepatnya menjauhi aku? Bahkan di saat aku hampir memilih kamu.
Setelah kita dipertemukan, dibuatnya saling jatuh cinta, lalu kita dipisahkan-Nya.. Apa maksudnya ini semua?
Ah, sudah kubilang tadi. Kita dikerjain sama semesta. Tuhan hanya sedang iseng saja.
Thursday, October 17, 2013
Another part of 'Surat Untuk Ibu'
Sudah tanggal 17 Oktober nih, Bu.. 2 hari lagi genap sudah 9 tahun kepergianmu. Walaupun sudah 9 tahun berlalu tapi kejadian di tanggal 19 Oktober 9 tahun yg lalu masih terekam jelas di otakku, Bu. Bumi yang aku pijak saat itu serasa bergoyang, lalu retak dan aku terjatuh ke dasarnya. Saking hancurnya saat itu menangis pun aku tak bisa.
Bu, hidupku selalu tak pernah mudah. Apapun yang kuinginkan selalu susah payah aku perjuangkan untuk dapat memilikinya. Jikalau nantinya tetap tak bisa kumiliki, maka jelas itu pesan dari Tuhan kalau yang kuinginkan itu belum tentu baik untukku. Begitu kan?
Aku sekarang sudah dewasa ya ternyata. Padahal dulu kalau ibu gak nurutin apa mauku, aku akan ngambek, menangis dan mengurung diri di kamar. Tapi skrg beda, walaupun kadang diam-diam sering menangis dan membenamkan mukaku ke dalam bantal. Aku sekarang tak semanja dulu. Aku bahkan sudah berani ke Korea sendirian loh, Bu. Keren kan?
Bu, andai kau ada di sini sekarang. Aku ingin menangis di pangkuanmu. Hatiku tak pernah seresah ini sebelumnya. Aku benar-benar butuh saran dari sudut pandang seorang ibu yang memiliki anak gadis seusiaku. Tak mungkin lah kalau aku minta saran dari ibu temanku...
Aku ingin ibu baca surat ini dan segera datang ke mimpiku malam ini.. Aku ingin ada ibu di sisiku supaya aku bersemangat lagi..
Aku tunggu kedatanganmu, Ibu.
Dari anakmu, Adhani Fatwazulintan.
Wednesday, September 25, 2013
Rencana Hidupmu VS Rencana Tuhan
'Tulislah rencana hidupmu dengan pensil, lalu biarkan Tuhan yang menjadi penghapusnya, karena terkadang hidup berjalan tak sesuai rencana'
Siapa di antara kalian yang suka bikin planning buat masa depan? Kalau kalian suka, berarti kita sama. Gue adalah orang yang sangat terencana, meskipun terkadang bisa jadi orang yang spontan. Namun mayoritas kegiatan yang gue lakuin adalah hal yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Bahkan baju dan kerudung warna apa yang bakal gue pake besok, biasanya gue rencanakan dari semalam sebelumnya.
Dari sekian banyak rencana hidup yang gue buat, tentunya gak semua terlaksana tanpa meleset 1 persen pun. Terkadang hati kecewa, kesal dan galau. Pengen mengutuk sesuatu yang katanya bernama 'takdir'. Tapi mau gue merutuk bagaimanapun tetap aja ketentuan dari Tuhan yang berlaku. Tidak adil, memang. Tapi terkadang itu yang terbaik buat gue.
Sekitar beberapa bulan yang lalu gue bersama sahabat dan pacar bikin planning buat backpacking ke Seoul. Kita booking tiket pesawat dari bulan Mei lalu dan dapat harga promo. Kita juga sudah booking penginapan lewat jasa tour. Persiapan sudah sangat matang. Sahabat gue sudah punya paspor, pacar gue pun paspornya sudah selesai. Tinggal masalah visa. Kami sepakat untuk apply visa turis ke Kedutaan Korea Selatan pada pertengahan Bulan Agustus. Seminggu kemudian pacar gue telepon ke Kedutaan, katanya visa gue dan sahabat gue sudah di-approve, tapi visa pacar di-reject. Gak ada yang bisa kita lakukan, padahal beli tiket dan booking penginapan sudah habis sekitar 4juta Rupiah. Harapan bisa liburan romantis bareng pacar pun musnah sudah :'(
Akhirnya gue memutuskan buat berangkat bareng sahabat gue. Kita pun pergi belanja bareng keperluan apa yang kita butuhkan untuk di Seoul nanti. Kami berdua sangat senang dan tidak sabar. Sampai akhirnya 2 malam yang lalu gue dapat kabar kalau papa-nya sahabat gue itu meninggal dunia. Gue shock berat karena mendadak banget! Selama ini papa-nya gak pernah sekalipun opname. Rasanya malam itu gue pengen langsung meluncur ke Jambi buat memeluk sahabat gue itu, tapi apadaya keadaan tak mengizinkan :'((
Sekarang, gue jadi gak semangat lagi buat liburan ke Seoul. Apalah artinya liburan tanpa pacar dan sahabat?? Tapi gak mungkin kan di antara kami bertiga gak ada satu pun yang jadi berangkat?? Kerugiannya saja bs mencapai 12juta lebih. Gue tetap harus pergi walaupun jadi solo traveller :'(
Yaaa, ini lah kita manusia. Sangat kecil di hadapan Tuhan. Kita cuma bisa berencana, tapi tetap final decision nya Dia yang tentukan. Gue sedih banget karena sahabat gue harus mengalami hal yang sama, yaitu kehilangan orangtua terlalu cepat dan sangat mendadak. Gue sangat paham gimana rasa hancurnya kehilangan orangtua yang kita sayangi.. T___T
Ah jadi mewek sendiri nih.. Bantu do'a ya semoga papa-nya sahabat gue tenang di sana yaa.. Amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah. Aamiin O:)
H-3
*Solo travelling to Seoul
Saturday, September 21, 2013
Sang Pemimpi Ulung
'Jangan sepelekan kekuatan mimpi dan niat, kawan. Mimpikan dan niatkan saja setiap harinya, lalu lihatlah bagaimana tangan Tuhan bekerja'
Sejak kecil, gue tumbuh jd anak yang penuh dengan imajinasi dan mimpi. Hal yg gue pengen seringnya gak masuk akal. Ditertawakan teman-teman yang blg kalau mimpi gue ketinggian sih sudah sering. Tapi itu gak menyurutkan niat untuk tetap bermimpi :)
Gue, penggemar berat drama Korea dan Girlband Korea. Jelas gue punya mimpi buat jalan-jalan ke sana. Sempat berpikir itu hal yang mustahil karena budgetnya sangat besar, penghasilan gue sebagai pegawai kontrak di pemda gak akan bs mewujudkan mimpi gue itu. Sedikit patah hati setelah hitung-hitung berapa tabungan yg gue punya. Tapi bukan berarti mimpi berhenti sampai di sana. Pokoknya gue mesti sampai ke Korea!
Beberapa bulan yg lalu gue iseng searching harga tiket Jakarta - Seoul. Eh ternyata ada yg promo. Cuma 3.680.000 PP. Tanpa lapor ayah dan minta persetujuan siapapun, gue langsung booking dan transfer uang. Sedikit gila memang. Setelah beli tiket dan daftar tour baru gue bilang sm ayah. Ayah speechless, tp gak marah :)
Sekarang visa turis gue udah keluar, persiapan pun sudah 90%. Dan gue deg-degan banget rasanya pengen nangis karena mimpi yg gue dan org lain kira mustahil sebentar lagi akan terwujud.. Padahal dulu buat naik pesawat aja susah, udah lulus kuliah dan kerja baru gue bs naik pesawat. Itupun kerja sebagai penjaga rental DVD. Tapi sekarang gue udah berkali-kali naik pesawat. Udah sampai ke Jogja, pulang kampung ke Purworejo dan Purwokerto. Main ke Semarang. Jalan-jalan di Jakarta dan Bogor. Udah sampe Batam dan Singapore. Ajaib :)
Setelah mimpi foto-foto di Myeongdeong dan beli BB Cream langsung di Korea terwujud, gue pengen selanjutnya menikah lalu umroh bareng ayah dan suami. Setelah punya suami gue pengen backpacking keliling Indonesia dan dunia bareng suami. Duitnya dari mana?? Gak tau. Bermimpi aja dulu :)
*H-7
Long flights Jambi - Jakarta - Kuala Lumpur - Seoul
Saturday, August 24, 2013
Surat Untuk Ibu
Hai Ibu, apa kabarmu di sana? 19 Oktober nanti genap 9 tahun sudah kita tak bertemu. Tapi sebenarnya ibu gak pergi jauh kan? Ibu masih ada di dekat kakak kok. Terasa :)
Sekarang kakak sudah 24 tahun, Bu. Ewi jg sudah menginjak usia 20. Odi bahkan sudah 18 tahun. Ah, waktu kencang sekali berlari ya. Padahal kakak sm sekali tak ingin cepat-cepat menua. Hehehehe.
Ewi sekarang kuliah di Unja, semester 5, bu. Sedangkan Odi baru mulai masuk kuliah. Dia lulus di Unsri jurusan Tekhnik Kimia. Hebat jg dia ya, padahal kerjanya di rumah cuma baca komik, main psp, nonton film -__-. Sekarang rumah makin sepi, tinggal ayah sm Ewi karena Odi di Indralaya dan kakak kerja di Sarolangun.
Sebentar lagi ada tes cpns bu. Menurut ibu gimana? Kakak cocoknya jadi PNS apa jadi pengusaha? Kakak pengennya jadi pengusaha, tp gak banyak yg mendukung. Kalo ibu setujunya kakak jd PNS apa jd pengusaha?
Oh iya, karena kakak udah 24 tahun, tahun depan kakak pengen nikah, bu. Semoga lancar ya niat baik kami bu. Ibu jgn lupa datang yaa waktu kakak nikah :')
Oke bu, kayaknya sekian dulu surat dari kakak. Kakak sudah ngantuk. Mau tidur karena kakak harus bangun sholat tahajud nanti. Kapan-kapan kakak tulis surat lagi ya, bu...
Miss you so much, ibu.....
Dari anakmu,
Adhani Fatwazulintan
Monday, March 18, 2013
Antara Hati dan Tanaman
Hati itu sama saja seperti tumbuhan yang jika diberi air yang cukup, udara yang cukup, sinar matahari. yang cukup dan pupuk yang cukup maka ia akan bertumbuh subur, indah dipandang bahkan mungkin menghasilkan buah. Tanaman itu sama seperti hati seorang wanita.Tidak membutuhkan sesuatu yang berlebih, hanya dengan takaran 'yang cukup' bisa membuat hati seorang wanita menjadi sangat indah.
Saturday, March 16, 2013
Kepada Kamu Lelaki Perajut Rinduku
Kepada kamu lelaki perajut rinduku yang telah lebih dari 7 tahun ini mengisi hari-hariku. Ingatkah kamu di hari itu, di hari pertama kita bertemu? Bagaimana perasaanmu saat itu?
Kepada kamu lelaki yang selalu membuatku menunggu selama lebih dari tujuh tahun. Ingatkah kamu saat pertama kali menyatakan cinta padaku? Coba kamu ingat-ingat lagi apa yang kamu rasakan saat itu.
Kepada kamu lelaki yang seringkali membuatku menangis. Ingatkah kamu saat pertama kalinya dengan malu-malu kamu gandeng tanganku? Bagaimana kondisi jantungmu saat itu?
Kepada kamu lelaki pertama yang menemaniku melewati malam pergantian tahun. Bagaimanakah perasaanmu saat kita bersama melihat pesta kembang api itu?
Kepada kamu lelaki pertama yg membuatku percaya kalau cinta itu ada. Tak ingatkah bagaimana pucatnya kamu saat pertama kali datang kerumah dan meminta izin pada ayahku? Dan setelah ayahku memberikan izin, kamu begitu senangnya sampai ingin melompat.
Kepada kamu lelaki pertama yang membuatku setia dan lelaki pertama yang membuatku berkhianat. Ingatkah saat aku berusia 16 tahun, kamu berusia 14 tahun dan kita berciuman untuk pertama kalinya? Lalu 3 hari berturut-turut kita masih membahas tentang ciuman itu.
Kepada kamu lelaki keras kepala, egois dan sedang berada di ibu kota negara. Aku ingin sekali kamu jadi lelaki seperti yang dulu. Malu-malu saat menggenggam tanganku. Menyemangatiku di setiap pagi. Memelukku disaat aku bersedih. Datang kerumah disaat aku rindu. Memberikan beberapa kejutan norak. Mengarang sebuah lagu spesial untukku. Menulis surat cinta. Mengajakku keliling kota. Mengirimiku puisi tiap malam sebelum berangkat tidur....
Kepada kamu lelaki yang mungkin sudah tidak lagi menyayangiku sebesar dulu. Aku menulis ini diiringi dengan derai air mata. Air mata kekecewaan yang terus mengalir atas nama semua kenangan indah yang pernah ada diantara kita.
Saturday, October 27, 2012
Selamat Hari Blogger Nasional
Thursday, September 13, 2012
September 2012
Monday, June 25, 2012
Dilema :(
Gw pengen beli kamera tapi gw galau dan dilema mau beli yang mana. Budget cuma ada sekitar 5juta, sementara di Jambi harga kamera DSLR mahal banget dan gak banyak toko yang menjualnya jadi gw agak susah membandingkan harganya. Dengan budget segitu gw cuma bs beli Canon EOS 1000D, Canon EOS 1100D, Nikon D3000. Itu semua kamera buat pemula kayak gw. Pacar gw bilang dia udah coba Nikon, katanya hasil fotonya lebih tajam. Nah gw pun dari awal lebih milih Nikon sih cuma gw mikir di sini gak ada service centre nya jadi kalo tuh kamera bermasalah gw harus bawa ke Semarang lagi :(. Gw makin dilemaaaaa :'(
Sayangnya gw gak punya kenalan yang ngerti tentang kamera dan fotografi. Gw benar-benar butuh saran supaya gak dilema lagi. Buat teman-teman yang baca postingan ini tolong kasih comment nya ya T_T
Salam Dilema.
Sunday, June 24, 2012
Tentang Hidup
"Ahhh maaf ya Tuhan, saya sempat berpikir kalau hidup saya ini mengenaskan padahal setiap hari saya banyak sekali dikasih kenikmatan. Saya bisa bersama keluarga yg sangat care sama saya. Saya punya teman-teman dan sahabat. Saya juga punya pacar yang sangat baik walaupun terkadang saya mengabaikan dia. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan? Sungguh sudah terlalu banyak saya diberi kebahagiaan. Sama sekali tak sebanding dengan masalah yg sedang saya hadapi ini.."
Hidup ini roda. Selalu berputar. Tak akan pernah ada bahagia selalu ataupun sedih selalu. Gw percaya dengan konsep keseimbangan itu. Setiap yg ada dalam hidup ini ada harganya. Baik disaat sedih maupun.disaat bahagia. Saat kita di beri kebahagiaan bertubi-tubi jangan lengah karena setelah itu akan ada ujian dari Tuhan. Begitu juga saat ditimpa musibah terus menerus, percayalah setelah itu kamu bakal dapat sesuatu yang benar-benar indah dan menyenangkan.
Jadi hidup itu seperti cuaca. Kadang cerah kadang hujan. Dalam hidup berlaku konsep keseimbangan. So, jangan terus menerus bersedih, tunggu saja, kebahagiaan akan datang kepadamu :)
Friday, May 18, 2012
Cinta vs Narkoba
Hmm. Pengen nanya aja nih. Kenapa ya narkoba ilegal sedangkan cinta legal? Padahal sebenarnya candunya lebih dahsyat efeknya buat tubuh. Buat yang lagi di mabuk cinta, kalo bisa ketemu sama orang yang disayangi itu nyenengin banget! Bisa jadi penyemangat hidup. Nah giliran lagi jauh-jauhan, mulai timbul yang namanya rasa kehilangan dan kangen. Nah si kangen ini yang parahnya benar-benar bisa mematikan syaraf-syaraf otak kalo sudah sampai tahap akut. Efeknya si penderita sering bengong, ngelamun, linglung, susah tidur kalon belum di telfon. Nah tuh gak jauh beda kan sama 'pemake' yang lagi sakaw?? Hehehe
Nah itu dia yang gw rasain akhir-akhir ni. Tersiksa rindu yang sudah menjalar keseluruh pembuluh darah gw. Mau ngapa-ngapain teringat dia. Hadeuuh kacau bleh. Gak seharusnya gw kayakgini. Lemah banget sih??!! Harus kuat lah Pe'a! Tapi ya memang hati gak pernah bisa bohong tentang perasaan yang dia rasain.
Jadi, kalau narkoba aja dilarang, kenapa jatuh cinta sama kamu gak dilarang? Padahal jelas-jelas itu bikin kecanduan parah! :))


